Data lowongan kerja Jogja bulan ini: profesi paling banyak dibuka, wilayah terbanyak, syarat pendidikan, dan gambaran gaji dari LokerJogja.id.
Data lowongan kerja Jogja berikut merangkum lowongan yang tayang di LokerJogja.id sepanjang September 2026. Kami menyajikannya dalam bentuk persentase agar mudah dibandingkan, sehingga kamu bisa melihat bidang apa yang sedang ramai, wilayah mana yang paling banyak membuka posisi, dan syarat apa yang paling sering diminta perusahaan.
Satu catatan sebelum membaca: satu lowongan bisa masuk lebih dari satu kategori. Misalnya, iklan kasir di Sleman bisa tercatat sebagai profesi kasir sekaligus pelayanan pelanggan. Karena itu, persentase dalam satu daftar tidak berjumlah 100 persen.
Ringkasan data lowongan kerja Jogja September 2026
Jumlah lowongan baru yang tayang sepanjang September 2026 naik sekitar 9 persen dibanding Agustus. Hampir semuanya, sekitar 96 persen, berstatus kerja penuh waktu. Lowongan paruh waktu sekitar 6 persen, freelance sekitar 3 persen, dan magang kurang dari 1 persen. Lowongan yang bisa dikerjakan jarak jauh juga masih di bawah 1 persen.
Artinya, pilihan kerja di Jogja sedang bertambah, tetapi persaingan tetap ada. Berkas yang rapi dan sesuai syarat masih menjadi pembeda utama. Kalau ingin langsung melihat daftar lengkapnya, buka halaman lowongan kerja Jogja yang diperbarui setiap hari.
Profesi yang paling banyak dibuka
Bidang pelayanan dan penjualan masih mendominasi. Pelayan toko menjadi profesi yang paling sering dicari, disusul pelayan restoran, marketing, dan sales. Tabel berikut menunjukkan porsi lowongan yang mencantumkan tiap profesi.
| Peringkat | Profesi | Porsi lowongan |
|---|---|---|
| 1 | Pelayan toko | sekitar 17% |
| 2 | Pelayan restoran | sekitar 15% |
| 3 | Marketing | sekitar 14% |
| 4 | Sales | sekitar 14% |
| 5 | Pelayanan pelanggan | sekitar 13% |
| 6 | Administrasi | sekitar 13% |
| 7 | Staf dapur | sekitar 8% |
| 8 | Kasir | sekitar 8% |
| 9 | Staf keuangan | sekitar 8% |
| 10 | Staf operasional | sekitar 7% |
Pola ini cocok dengan wajah Jogja sebagai kota wisata, kuliner, dan pendidikan. Toko, kafe, restoran, dan usaha jasa butuh banyak orang yang langsung melayani pelanggan. Di luar sepuluh besar, profesi koki, helper, konten kreator, barista, dan social media officer masing-masing muncul di sekitar 5 sampai 6 persen lowongan. Dua profesi terakhir menunjukkan bahwa usaha lokal makin serius mengurus pemasaran digital.
Kalau kamu berminat di ritel, cek lowongan pelayan toko terbaru dan perhatikan jam kerjanya. Banyak toko memakai sistem shift, termasuk akhir pekan.

Wilayah dengan lowongan terbanyak
Sleman paling dominan. Sekitar 6 dari 10 lowongan mencantumkan lokasi kerja di Sleman. Kota Jogja muncul di sekitar 38 persen lowongan dan Bantul di sekitar 31 persen. Gunungkidul dan Kulon Progo hampir sama, masing-masing sekitar 15 sampai 16 persen. Selain itu, sekitar 5 persen lowongan berlokasi di luar DIY dan kurang dari 2 persen bisa dikerjakan dari mana saja.
Dominasi Sleman masuk akal karena wilayah ini padat kampus, kos, kafe, dan pusat belanja. Kalau kamu tinggal di sekitar sana, mulailah dari lowongan kerja di Sleman supaya waktu dan ongkos perjalanan lebih hemat. Jarak tempat kerja sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja jangka panjang.
Syarat pendidikan dan pengalaman yang paling sering diminta
Lulusan SMA/SMK punya peluang paling luas. Lebih dari 8 dari 10 lowongan menerima lulusan SMA/SMK. Sekitar 41 persen lowongan menerima lulusan S1/D4, dan sekitar 37 persen menerima lulusan D1 sampai D3. Lowongan yang terbuka untuk lulusan SD sampai SMP sekitar 5 persen, sedangkan posisi untuk S2 dan profesi kurang dari 1 persen.
Dari sisi pengalaman, sekitar 8 dari 10 lowongan terbuka untuk pelamar tanpa pengalaman. Ini kabar baik bagi fresh graduate. Namun, hampir 9 dari 10 lowongan juga menyebut pengalaman 1 sampai 2 tahun, karena banyak perusahaan mencantumkan beberapa tingkat pengalaman sekaligus. Jadi, pengalaman magang, kerja paruh waktu, atau organisasi kampus tetap layak ditulis di CV, lengkap dengan tugas yang pernah kamu kerjakan.
Lulusan sekolah menengah bisa langsung menyaring lowongan untuk lulusan SMA/SMK agar tidak menghabiskan waktu di lowongan yang syaratnya tidak cocok.
Gambaran gaji dari lowongan yang mencantumkan angka
Sebagian besar perusahaan menulis gaji “kompetitif” atau tidak menyebut angka sama sekali. Hanya sekitar 1 dari 10 lowongan bulan ini yang mencantumkan angka gaji yang jelas. Dari kelompok ini, nilai tengah gaji minimum sekitar Rp2 juta per bulan, dan nilai tengah gaji maksimum sekitar Rp3 juta per bulan. Separuh lowongan di bagian tengah kelompok ini menawarkan gaji minimum antara sekitar Rp1,7 juta dan Rp2,7 juta.
Untuk beberapa profesi yang datanya cukup, nilai tengah gaji sales berada di kisaran Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta. Pelayan toko berada di kisaran Rp1,8 juta sampai Rp2 juta, dan pelayan restoran di kisaran Rp1,55 juta sampai Rp2 juta.
Anggap angka ini sebagai gambaran kasar, bukan patokan, karena hanya mencakup lowongan yang mau menyebut gaji. Tanyakan juga tunjangan, uang makan, uang lembur, atau bonus saat wawancara, karena hal ini jarang ditulis di iklan.
Cara memanfaatkan data ini saat melamar
- Fokus pada bidang yang sedang ramai, tetapi tetap pilih yang sesuai minat dan kemampuanmu.
- Prioritaskan lokasi yang dekat dengan tempat tinggal agar ongkos dan waktu perjalanan tidak memberatkan.
- Sesuaikan CV untuk setiap jenis posisi. CV untuk kasir sebaiknya menonjolkan ketelitian, sedangkan CV untuk marketing menonjolkan kemampuan berkomunikasi.
- Waspadai lowongan yang meminta biaya pendaftaran, pelatihan, atau seragam di awal. Perusahaan yang serius tidak memungut biaya dari pelamar.
Tips lebih lengkap tentang CV, wawancara, dan cara menghindari lowongan palsu bisa kamu baca di kumpulan artikel tips kerja LokerJogja.
FAQ data lowongan kerja Jogja
Dari mana data lowongan kerja Jogja ini diambil?
Data diambil dari lowongan yang tayang di LokerJogja.id selama periode yang disebutkan, lalu diringkas menjadi persentase per kategori. Data pribadi dan kontak perusahaan tidak ikut diolah.
Seberapa sering data ini diperbarui?
Artikel ini diperbarui setiap bulan setelah satu bulan penuh selesai, sehingga angkanya selalu mengacu pada periode yang lengkap.
Kenapa persentase per kategori tidak berjumlah 100 persen?
Satu lowongan bisa masuk ke beberapa kategori sekaligus, misalnya dua profesi atau dua lokasi. Jadi, persentase dalam satu daftar tidak perlu dijumlahkan.
Apakah angka gaji di sini bisa dijadikan patokan?
Belum. Angka gaji hanya berasal dari sebagian kecil lowongan yang mencantumkan nominal. Gunakan sebagai gambaran, lalu pastikan langsung ke perusahaan saat proses wawancara.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.